Tampilkan postingan dengan label kegiatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kegiatan. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Juli 2016

Paguyuban KSE UNTAD (Buku Profil 2015/2016)




Tujuan dibuatnya buku profil Paguyuban KSE UNTAD sebagai bahan evaluasi kedepannya yang menyangkut kepengurusan dan kegiatan yang telah dijalani selama periode 2015/2016, selain itu kami ingin memperkenalkan lebih mendalam mengenai hal-hal yang ada di Paguyuban KSE UNTAD kepada para pembaca maupun penerima baru untuk periode 2016/2017.
Dalam buku Profil Paguyuban KSE UNTAD 2015/2015, kami melampirkan sejarah Yayasan Karya Salemba Empat, Sejarah Paguyuban KSE UNTAD, Riwayat Ketua Paguyuban, Struktur Kepengurusan, serta kegiatan yang telah dilakukan selama periode 2015/2016. Insya Allah buku profil Paguyuban KSE UNTAD akan menjadi Agenda tahunan dan akan terbit di setiap akhir periode. 
Klik Link Dibawah ini untuk melihat buku profil

https://drive.google.com/file/d/0B6MqxlNJjQFbQjEwb25iNVNRbVE/view?usp=sharing

Rabu, 27 April 2016

Wawancara Tahap 1 Paguyuban KSE UNTAD

wawancara beasiswa Karya Salemba Empat yang dilaksanakan oleh Paguyuban KSE UNTAD dilaksanakan selama 3 hari , dari tanggal 27 - 29 April 2016. wawancara dilakukan untuk mencari benih-benih unggul yang memiliki intergritas dan intelektual yang tinggi.






Minggu, 28 Februari 2016

TABE (Tadulako Belajar) For Orphan

Assalamualaikum dan selamat siang, kemarin tepat pada hari sabtu, 27 february 2016 di panti asuhan darul taqwa, Tabe( tadulako belajar) for orphan, melakukan bimbingan belajar secara sukarela, pertemuan kemarin merupakan pertemuan ke 3 dari TaBe, anak-anak panti asuhan darul taqwa terlihat sangat bersemangat untuk belajar, beberapa mata pelajaran Tk,SD, SMP dan SMA kami bagikan sesuai dengan kemampuan mengajar kami. . . Jika teman -teman masih penasaran dengan kegiatan TaBe For Orphan kemarin, bisa lihat langsung lampiran foto di bawah ini. Terimakasih.


Kamis, 28 Januari 2016

Hari Gerakan Satu Juta Pohon

Late Post
Tepat pada tanggal 10 Januari 2016 sekitar pukul 07.00 Wita Paguyuban Karya Salemba Empat melaksanakan kegiatan penghijauan dalam rangka menyambut “ Hari Gerakan Satu Juta Pohon”. Kegiatan ini dilaksanakan di Jl. Soekarno Hatta (depan kampus Untad). Adapun tujuan dari kegiatan ini yaitu menyadarkan pentingnya menanam pohon untuk kehidupan manusia serta menambah penghijauan di jalan Soekarno Hatta.
Kami juga melampirkan beberapa foto kegiatan dalam postingan ini.
Semoga kegiatan ini bermanfaat untuk kedepannya dan menjadi motivasi untuk para pembaca postingan ini. Terima Kasih
Salam Jaya Karya Salemba Empat
Selamatkan pohon, selamatkan bumi, selamatkan nyawa
Wassalam
‪#‎SharingNetworkingandDeveloping‬

“(berita satu: satu pohon menyelamatkan dua nyawa).”





Selasa, 29 Desember 2015

Tadulako Menginspirasi










Terimakasih teman-teman udah jaga OGW Paguyuban KSE UNTAD dari pagi sampai siang hehehe. . Di Acara Tadulako Menginspirasi. . .

Jumat, 18 Desember 2015

Tatap Muka dan Work Shop penerima Beasiswa Karya Salemba Empat Universitas Tadulako




Tatap Muka dan Work Shop penerima Beasiswa Karya Salemba Empat Universitas Tadulako yang dilaksanakan di gedung senat lama (lantai dua rektorat lama ) pada tanggal 18 Desember 2015 berjalan dengan sukses dan lancar. Kegiatan ini disponsori oleh BNP PARIBAS yang merupakan bank internasional dari negara Perancis.
Acara ini diisi oleh narasumber yang mampu memotivasi para peserta workshop yaitu Ibu Winy Tijono selaku Direktur BNP Paribas, Satriadi Indrawan selaku Ketua Dewan Pengawas KSE dan Prof. Dr.H. Djayani Nurdin, SE.,M.Si selaku wakil rektor bidang kemahasiswaan Universitas Tadulako.
Pertanyaan yang dilontarkan para peserta yang berkaitan dengan tema “ Menciptakan Sumber Daya Manusia Berkualitas Dengan Semangat Sharing, Networking And Developing, membuat acara semakin ramai.
Paguyuban Karya Salemba Empat Universitas Tadulako, Sangat berterimaksih dengan para narasumber yang menyempatkan hadir di Universitas kami serta tak lupa pula para pengurus Karya Salemba Empat yang mempercayai kami untuk melaksanakan kegiatan ini, BNP Paribas yang juga ikut mendukung acara kami, serta para peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Kami akan terus berusaha untuk mengenggam semangat Sharing , Networking And Developing.
Salam KSE , Jaya KSE.

Selasa, 10 November 2015

GPS (GERAKAN PUNGUT SAMPAH)






Semangat!!!!!
Palu - Paguyuban Karya Salemba Empat Universitas Tadulako (KSE UNTAD) merupakan suatu komunitas yang dinaungi oleh sekelompok mahasiswa penerima beasiswa dari Yayasan KSE yang berpusat di kota Jakarta.
Paguyuban KSE UNTAD melakukan Gerakan Pungut Sampah (GPS). GPS merupakan kegiatan wajib yang dilaksanakan secara serentak oleh Paguyuban KSE seluruh Indonesia termasuk Paguyuban KSE UNTAD sendiri. Tujuan diadakannya GPS yaitu memicu kesadaran diri untuk membersihkan lingkungan dan agar masyarakat tahu bahwa lingkungan yang bersih itu sangat baik untuk negara kita yaitu Indonesia. Hal itu diungkapkan oleh Bendahara Umum Paguyuban KSE UNTAD Nelsyah Afriliyan dikediamannya wilayah Silae, yang ditemui Senin (9/11/2015).
“ (08/11/2015) Paguyuban KSE UNTAD sudah melaksanakan kegiatan GPS di sepanjang pantai Tanjung Karang yang terletak di Desa Tanjung Karang , Kelurahan Labuan Bajo Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah. Kegiatan GPS sendiri di koordinir oleh Alan Firdaus selaku ketua Paguyuban KSE UNTAD.” Ujar Nelsyah.
Pantai Tanjung karang dipilih menjadi tempat kegiatan GPS karena ada kegiatan lain yang harus dilakukan oleh paguyuban ini yaitu kegiatan keakraban yang bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan dan terciptanya hubungan saling kenal mengenal antara penerima beasiswa Paguyuban KSE UNTAD periode 2014-2015 dengan periode 2015-2016.
Nelsya mengungkapkan bahwa saat paguyuban ini melakukan kegiatan GPS , ada masyarakat yang berpartisipasi untuk membantu mereka. Hal ini menambah semangat para anggota untuk membersihkan sampah di pesisir pantai Tanjung Karang, dan ini membuktikan bahwa masih ada masyarakat yang peduli dengan kebersihan lingkungan.
Harapan Nelsya kedepannya untuk warga lokal, jagalah kebersihan lingkungan seharusnya kita sebagai warga lokal harus malu dengan wisatawan yang lebih peduli dengan lingkungan di Sulawesi Tengah. (Asy)