Tampilkan postingan dengan label sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sejarah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Desember 2015

Lambang Paguyuban Karya Salemba Empat Universitas Tadulako.



Terbentuknya sebuah lambang Paguyuban Karya Salemba Empat Universitas Tadulako (KSE UNTAD) berawal dari sebuah rapat harian yang bertepat di gazebo Bank Negara Indonesia (BNI) Unit Universitas Tadulako Jl. Soekarno Hatta Km.9. Lambang ini tercipta pada tanggal 2 Desember 2015 melalui ide-ide kreatif yang dicetus oleh para anggota Paguyuban KSE UNTAD yaitu Alan Firdaus selaku ketua Paguyuban KSE UNTAD, Anggi Setiawan selaku wakil ketua Paguyuban KSE UNTAD, Aisyah Rokhimah, Laila Sari, Sunik Frentiana, Melia Kurniawati, Hasmina dan Riswan. Awalnya paguyuban ini mendiskusikan berbagai lambang yang telah dibuat dan kemudian menvoting lambang yang paling pantas untuk digunakan oleh Paguyuban KSE UNTAD itu sendiri, pemilihan lambang dilakukan karena setiap lembaga harus memiliki identitas dan juga makna dari lembaga yang dibangun maka dari itu anggota Paguyuban KSE UNTAD melakukan voting lambang yang tepat.
            Berikut penjelasan makna yang terkandung pada lambang Paguyuban KSE UNTAD:
a.       Lambang Karya Salemba Empat artinya induk dari paguyuban KSE UNTAD atau sebagai yayasan yang memimpin paguyuban yang ada di seluruh Indonesia.
b.      Lambang Universitas Tadulako artinya tempat bernaung Paguyuban KSE UNTAD.
c.       Orang yang sedang bergandeng tangan memiliki arti sebuah tarian yang menjadi ciri khas daerah Sulawesi Tengah yaitu tari Dero dari kabupaten Poso, pada saat tarian dero dilakukan penari membentuk sebuah lingkaran sembari bergengaman tangan hal itu berfungsi sebagai sarana yang dapat mempererat tali persaudaraan masyarakat yang ada di Sulawesi Tengah. Sama seperti Paguyuban KSE UNTAD yang dapat mempersatukan berbagai jenis ras, suku, agama, serta karakter melalui visi misi yang telah diciptakan oleh Karya Salemba Empat yaitu Sharing ,Networking, Developing.
d.      5 orang yang bergandengan tangan artinya setiap anggota Paguyuban KSE UNTAD memiliki pedoman hidup yang berlandaskan Pancasila yaitu:
1.      Ketuhanan Yang Maha Esa.
2.      Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab.
3.      Persatuan Indonesia.
4.      Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan.
5.      Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
e.       Arti warna pada gambar orang bergandengan tangan:
Warna merah berarti keberanian dan perhatian setiap anggota Paguyuban KSE UNTAD harus memiliki jiwa keberanian serta memberikan rasa perhatian terhadap negara.
Warna hijau berarti persahabatan
Warna kuning berarti energi sosial, kerja sama dan loyalitas.
Warna merah muda berarti simbol kasih sayang dan kepercayaan
Warna biru berarti cinta damai dan komunikatif
f.       Arti warna biru pada tulisan
Warna biru pada tulisan merupakan warna almamater yang digunakan mahasiswa Universitas Tadulako.
Itulah sejarah berdirinya lambang Paguyuban KSE UNTAD. Salam Jaya Karya Salemba Empat.

Jumat, 19 Desember 2014

Sejarah Paguyuban KSE Untad



Paguyuban KSE UNTAD merupakan wadah berkumpulnya mahasiswa penerima beasiswa Karya Salemba Empat di Universitas Tadulako (Paguyuban KSE UNTAD). Paguyuban KSE UNTAD didirikan oleh enam orang penerima beasiswa yaitu Anggi Setiawan, Lisman M Buila, Adriana Palullungan,Nelsyah Afriliyani, Hasmina Salotan, serta Riswan. 
Paguyuban KSE UNTAD berdiri pada tanggal 19 Desember 2014 sekitar pukul 14.00 Wita bertempat di Gazebo Pendidikan Fisika FKIP UNTAD. Saat itu diawal terbentuknya Paguyuban KSE UNTAD, Paguyuban ini memiliki sepuluh penerima beasiswa Yayasan Karya Salemba Empat. Motivasi didirikannya Paguyuban KSE UNTAD karena mereka ingin penerima beasiswa Yayasan Karya Salemba Empat yang ada di Universitas Tadulako memiliki wadah seperti penerima beasiswa Yayasan Karya Salemba Empat yang berada di Universitas lain yang memiliki motto Sharing, Networking And Developing. Kegiatan perdana Paguyuban KSE UNTAD adalah Gerakan Pungut Sampah yang saat itu dilaksanakan di Pantai Talise Palu.